IndoIndians.com

   

        

 

Channels

> Associations
> Astrology
> Beauty
> Business
> Career
> Education
> Entertainment
> Festival
> Food
> Health
> Holiday
> Info India
> Info Indonesia
> Kids
> Lifestyle
> Money Matters
> News
> NRIs Corner
> Parenting
> Relationship
> Religion
> Shopping
> Technology
> Teenagers
> Tips
> Sport
> Travel
> Visitor Info
> Wedding
> Writer
Movie Reviews
Members Center
Newsletter Archive

 

Services

> Weekly Newsletter
> e-Card
> Message Board
> Job Forum
> Fun Stuff
> Simplify Life
> Bollywood Preview
> Mailbox
> English Preview
> Yellow Pages
> e-Mail

 

 


Bangalore Pendatang Baru Dalam
Jalur Kota-Kota TI Asia

Oleh Radhakrishna Rao


Lembah Silikon dan ibu kota High Tech India, Bangalore, sudah siap untuk dimasukkan kedalam rencana pembentukan “Asian belt of IT cities” atau jalur kota-kota TI (Teknologi Informasi) Asia yang akan mensinergikan sumber-sumber daya manusia dan prasarana teknologi untuk memperkuat prakarsa-prakarsa TI di kota-kota tersebut. Kota-kota India lainnya yang juga ingin dimasukkan kedalam jalur tersebut adalah New Delhi, Mumbai, Hyderabad dan Chennai (dulu Madras). “Asian Belt of IT Cities” dipromosikan oleh Asian Oceanian Computing industries Organisation (AOCIO).

"Vidhan Soudha" (Majlis Legislatif) negara bagian Karnataka di Bangalore



Sebagaimana direncanakan, AOCIO akan dikelola segaris dengan North Atlantic Free Trade Agreement (NAFTA). Pada tahap awal, prakarsa di bidang Ti akan difokuskan kepada lima bidang khusus: pengembangan infrastruktur, mobilisasi sumber-sumber daya, pencarian talenta, pencarian pasar-pasar baru dan pengembangan gagasan-gagasan inovatif di sektor TI. “Begitu kita mulai melangkah, kita bisa memperkirakan manfaat yang bisa diraih dari aspek-aspek dagangnya dan berusaha mendapatkan keuntungan untuk kota-kota tersebut dari pemerintah masing-masing, ucap Phiroz Vandervala, Ketua NASSCOM (National Association of Software and Service Companies). Sebagai badan yang bertanggung di India, NASSCOM akan mencalonkan dua kota India untuk dimasukkan kedalam jalur ini. Ke-17 negara yang mendukung prakarsa ini adalah:
Australia, New Zealand, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, India, Myanmar, Indonesia, Bangladesh, Mongolia, Filipina, Nepal, Sri Lanka, Gina dan Jepang.

Kantor pusatnya akan berada di Singapura. Sebagaimana direncanakan sekarang, jalur kotakota Ti Asia ini bukanlah sebuah Hub yang bisa dimasuki sekali saja karena kinerja masing-masing kota akan dimonitor secara reguler.


Tn. S.M. Krishna, Ketua Menteri Karnataka dan Tn. Chandra Babu Naidu, Ketua Menteri Andhra Pradesh, berdasarkan kesuksesan mereka dalam mengupayakan beberapa perusahaan besar yang termasuk kedalam Fortune-500 IT Majors supaya mau membangun basis mereka di kedua negara bagian ini, telah berusaha keras untuk menjadikan India sebagai “future IT-Tech hub” atau pusat Teknologi TI di masa mendatang.

Sebagaimana terlihat sekarang ini, Laporan Pengembangan Sumber Daya Manusia dari UNDP (Human Development Report of the United Nations’ Development Programme) mengakui Bangalore sebagai salah satu kota terkemuka di bidang inovasi teknologi, lebih baik dari banyak kota di AS, Eropa dan Asia Tenggara. Sebagai bukti, Bangalore mcmperoleh score 13 dan 16 points sebagai global hub atau pusat global inovasi teknologi. Diantara 46 kota yang disebutkan dalam laporan tersebut, Bangalore memperoleh joint fourth slot bersama San Francisco dan Austin di AS dan Taipei di Taiwan. Bangalore lebih maju dan New York, Montreal, Cambridge, Dublin, Tokyo, Paris, Melbourne, Chicago, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapore, dan lain-lain.

Sebagaimana dikatakan Tn. S.M. Krishna, “usaha kami yang tidak kenal lelah untuk memproyeksikan Karnataka sebagai sebuah adi kuasa di bidang Teknologi Informasi telah dibuktikan keberhasilannya oleh Laporan tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia tersebut. Kegembiraan kami bertambah lagi karena laporan tersebut berasal dari sebuah organisasi yang terpercaya dan prestigious. Hal ini benar-benar merupakan sebuah pengakuan yang
tak ada tandingannya.”

Menurut laporan ini, empat faktor yang membuat Bangalore diakui sebagai salah satu pusat TI adalah: kemampuan universitas-universitas di kota tersebut dan fasilitas-fasilitas risetnya untuk melatih karyawan-karyawan atau niengembangkan teknologi-teknologi baru, kehadiran perusahaan-perusahaan yang sudah mapan dan perusahaan-perusahaan multinasional untuk memajukan keahlian dan kestabilan ekonomi, semangat penduduknya dalam memulai usaha-usaha baru dan ketersediaan modal ventura untuk melancarkan usaha-usaha tersebut. Penting dicatat bahwa Bangalore digambarkan dalam laporan tersebut sebagai “satu diantara pusat-pusat teknologi paling dinamis di dunia.” Makanya tidak heran apabila S.M. Krishna ingin meniru “Keajaiban Bangalore” di kota-kota lain di Karnataka termasuk Mysore, Mangalore, Manipal dan Hubli.

Universitas terkenal di AS, Universitas Stanford, yang dikenal dengan penelitian-penelitiannya di bidang teknologi-teknologi baru telah mengidentifikasi Bangalore sebagai sebuah tujuan ideal untuk melakukan suatu study tentang evolusi usaha di bidang teknologi. Tujuan study tersebut adalah untuk menentukan faktor-faktor yang telah menjadikan Bangalore sebagai sebuah pusat teknologi penting.


Penulis adalah seorang wartawan terkenal mengenai masalah teknologi.

Source : India Perspective

 site search :


Send mail to webmaster@infotech.co.id with questions or comments about this web site.
Copyright © 2005 www.indoindians.com

Last modified:
September 29, 2005