Lembah Silikon dan ibu kota High Tech India, Bangalore, sudah siap
untuk dimasukkan kedalam rencana pembentukan “Asian belt of IT cities”
atau jalur kota-kota TI (Teknologi Informasi) Asia yang akan
mensinergikan sumber-sumber daya manusia dan prasarana teknologi untuk
memperkuat prakarsa-prakarsa TI di kota-kota tersebut. Kota-kota India
lainnya yang juga ingin dimasukkan kedalam jalur tersebut adalah New
Delhi, Mumbai, Hyderabad dan Chennai (dulu Madras). “Asian Belt of IT
Cities” dipromosikan oleh Asian Oceanian Computing industries
Organisation (AOCIO).

"Vidhan Soudha" (Majlis Legislatif) negara bagian
Karnataka di Bangalore
Sebagaimana direncanakan, AOCIO akan dikelola segaris dengan North
Atlantic Free Trade Agreement (NAFTA). Pada tahap awal, prakarsa di
bidang Ti akan difokuskan kepada lima bidang khusus: pengembangan
infrastruktur, mobilisasi sumber-sumber daya, pencarian talenta,
pencarian pasar-pasar baru dan pengembangan gagasan-gagasan inovatif
di sektor TI. “Begitu kita mulai melangkah, kita bisa memperkirakan
manfaat yang bisa diraih dari aspek-aspek dagangnya dan berusaha
mendapatkan keuntungan untuk kota-kota tersebut dari pemerintah
masing-masing, ucap Phiroz Vandervala, Ketua NASSCOM (National
Association of Software and Service Companies). Sebagai badan yang
bertanggung di India, NASSCOM akan mencalonkan dua kota India untuk
dimasukkan kedalam jalur ini. Ke-17 negara yang mendukung prakarsa ini
adalah:
Australia, New Zealand, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan,
Taiwan, India, Myanmar, Indonesia, Bangladesh, Mongolia, Filipina,
Nepal, Sri Lanka, Gina dan Jepang.
Kantor pusatnya akan berada di
Singapura. Sebagaimana direncanakan sekarang, jalur kotakota Ti Asia
ini bukanlah sebuah Hub yang bisa dimasuki sekali saja karena kinerja
masing-masing kota akan dimonitor secara reguler.
Tn. S.M. Krishna, Ketua Menteri Karnataka dan Tn. Chandra Babu Naidu,
Ketua Menteri Andhra Pradesh, berdasarkan kesuksesan mereka dalam
mengupayakan beberapa perusahaan besar yang termasuk kedalam
Fortune-500 IT Majors supaya mau membangun basis mereka di kedua
negara bagian ini, telah berusaha keras untuk menjadikan India sebagai
“future IT-Tech hub” atau pusat Teknologi TI di masa mendatang.
Sebagaimana terlihat sekarang ini, Laporan Pengembangan Sumber Daya
Manusia dari UNDP (Human Development Report of the United Nations’
Development Programme) mengakui Bangalore sebagai salah satu kota
terkemuka di bidang inovasi teknologi, lebih baik dari banyak kota di
AS, Eropa dan Asia Tenggara. Sebagai bukti, Bangalore mcmperoleh score
13 dan 16 points sebagai global hub atau pusat global inovasi
teknologi. Diantara 46 kota yang disebutkan dalam laporan tersebut,
Bangalore memperoleh joint fourth slot bersama San Francisco dan
Austin di AS dan Taipei di Taiwan. Bangalore lebih maju dan New York,
Montreal, Cambridge, Dublin, Tokyo, Paris, Melbourne, Chicago, Hong
Kong, Kuala Lumpur, Singapore, dan lain-lain.
Sebagaimana
dikatakan Tn. S.M. Krishna, “usaha kami yang tidak kenal lelah untuk
memproyeksikan Karnataka sebagai sebuah adi kuasa di bidang Teknologi
Informasi telah dibuktikan keberhasilannya oleh Laporan tentang
Pengembangan Sumber Daya Manusia tersebut. Kegembiraan kami bertambah
lagi karena laporan tersebut berasal dari sebuah organisasi yang
terpercaya dan prestigious. Hal ini benar-benar merupakan sebuah
pengakuan yang
tak ada tandingannya.”
Menurut laporan ini, empat faktor
yang membuat Bangalore diakui sebagai salah satu pusat TI adalah:
kemampuan universitas-universitas di kota tersebut dan
fasilitas-fasilitas risetnya untuk melatih karyawan-karyawan atau
niengembangkan teknologi-teknologi baru, kehadiran
perusahaan-perusahaan yang sudah mapan dan perusahaan-perusahaan
multinasional untuk memajukan keahlian dan kestabilan ekonomi,
semangat penduduknya dalam memulai usaha-usaha baru dan ketersediaan
modal ventura untuk melancarkan usaha-usaha tersebut. Penting dicatat
bahwa Bangalore digambarkan dalam laporan tersebut sebagai “satu
diantara pusat-pusat teknologi paling dinamis di dunia.” Makanya tidak
heran apabila S.M. Krishna ingin meniru “Keajaiban Bangalore” di
kota-kota lain di Karnataka termasuk Mysore, Mangalore, Manipal dan
Hubli.
Universitas terkenal di AS, Universitas Stanford, yang dikenal dengan
penelitian-penelitiannya di bidang teknologi-teknologi baru telah
mengidentifikasi Bangalore sebagai sebuah tujuan ideal untuk melakukan
suatu study tentang evolusi usaha di bidang teknologi. Tujuan study
tersebut adalah untuk menentukan faktor-faktor yang telah menjadikan
Bangalore sebagai sebuah pusat teknologi penting.
Penulis adalah seorang wartawan terkenal mengenai masalah
teknologi.
Source : India Perspective