IndoIndians.com

   

        

 

Channels

> Associations
> Astrology
> Beauty
> Business
> Career
> Education
> Entertainment
> Festival
> Food
> Health
> Holiday
> Info India
> Info Indonesia
> Kids
> Lifestyle
> Money Matters
> News
> NRIs Corner
> Parenting
> Relationship
> Religion
> Shopping
> Technology
> Teenagers
> Tips
> Sport
> Travel
> Visitor Info
> Wedding
> Writer
Movie Reviews
Members Center
Newsletter Archive

 

Services

> Weekly Newsletter
> e-Card
> Message Board
> Job Forum
> Fun Stuff
> Simplify Life
> Bollywood Preview
> Mailbox
> English Preview
> Yellow Pages
> e-Mail

 

 


Wisata Gaya Baru
Turisme Kereta Api uap

Naskah Ashwani Lohani
Foto: Phal S. Girota


Saya ingat sekali ketika pertama kali berkenalan dengan objek turisme yang baru ini karena saya, sebagai bocah berusia empat tahun, senang sekali dan biasa memain-mainkan dan menarik tali peluit lokomotif uap kelas WP di Stasiun Kereta Api Kanpur (pada waktu itu Cawnpore) pada awal-awal tahun 60-an. Kesenangan dan kegembiraan tersebut kembali lagi saya rasakan sekitar 30 tahun kemudian ketika saya mencoba mendorong (mendorongnya sekuat tenaga) lokomotif uap Fairy Queen yang tertua di dunia untuk pengembalikannya ke rel dalam rangka mencatatkan rekor dunia baru dalam buku Guinness world record. Usaha memberikan dorongan dan rasa gembira tersebut terus saya lakukan secara teratur yang akhirnya mcnghasilkan lahirnya Masyarakat Kereta Api Uap India, yang pertama dan satu satunya di India, pada bulan Nopember 1999.

Sejak saat itu mulailah orang mengenal Steam Heritage Tourism atau Pariwisata Warisan Lokomotif Uap.



Tidakkah menarik bahwa sebuah lokomotif uap, yang dimasa lampau pernah menjadi tenaga penggerak utama untuk menyediakan jasa angkutan kepada masyarakat dan karenanya bisa dilihat keberadaannya dimana saja di dunia ini, kini telah menjadi lambang dan alasan dibalik objek turisme yang unik ini? Siapa yang mungkin pernah membayangkan bahwa monster hitam legam yang mengkonsumsi batu bara dan air, mengeluarkan uap dan asap serta mengeluarkan suara ribut dan bising ketika sedang beroperasi ini, akhirnya menjadi objek yang sangat disenangi, dikagumi diseluruh dunia oleh sekelompok tertentu manusia para pencinta lokomotif uap, suatu kelompok yang sangat cepat berkembang, lebih cepat dari yang mungkin dibayangkan seseorang.

Fairy Queen adalah sebuah impian. Sebuah impian yang saya berani hidup dengannya walaupun saya seorang birokrat di sebuah negara "berkembang." Sebuah impian yang bila menjadi kenyataan akan memberikan “sense of fulfillment” atau rasa kebanggaan karena berhasil melakukan sesuatu dalam hidup saya. Pengoperasiannya kembali pada tanggal 18 Oktober, 1997, setelah tidur selama 90 tahun lebih merupakan saat-saat yang paling menggembirakan dalam hidup saya dan menjadi sebuah tonggak sejarah dalam kehidupan Perusahaan KeretaApi (Indian Railways). Peristiwa tunggal ini berperan sebagai pemicu karena tiba-tiba lok-lok uap mulai menampakkan diri lagi, dengan bangga, pada sistim Perkereta Apian India, walaupun dengan tujuan yang terbatas, yaitu untuk menarik gerbong-gerbong turis untuk jarak dekat. Dan tidak lama sesudah peristiwa ini sudah menjadi mode bahkan di kalangan elit perkereta apian untuk membumbui pembicaraan dengan pengalaman menaiki kereta api uap.

Nostalgia, begitulah yang kita dengar sehari-hani. Terinspirasi oleh kesuksesan yang diraih Fairy Queen, Ghosh, seorang teknisi pada perusahaan kereta api India, mencoba menghidupkan kembali sebuah lokomotif kelas HGS dan menjalankannya dari Howrah ke Tribeni pada bulan Agustus 1999. Ini diikuti oleh sebuah lokomotifuap yang lain di Guwahati, lagi-lagi berkat dorongan seorang General Manager KeretaApi berpendirian teguh bernama Bisht. Dalam peristiwa selanjutnya lokomotif lokomorif uap juga dioperasikan pada jalur-jalur Neral-Marheran dan Kalka-Shimla dengan grand finale pada tanggal 16 April, 2002 berupa pengulangan kembali peristiwa bersejarah peluncuran kereta api pertama di India tahun 1853 pada jalur Mumbai-Thane dalam rangka perayaan HUT ke-1 50 Perusahaan Kereta Api India. Pengulangan peristiwa ini merupakan penghormatan besar kepada Perusahaan Kereta Api India dalam pengoperasian lok-lok uap dengan sangat efisien sehingga digandrungi banyak orang. Kenapa tidak? Dengan api di perutnya, dan kepribadiannya yang unik, lokomotif uap lebih manusiawi dari semua yang kita kenal.

Dan bagi turis yang berkunjung ke India, naik kereta api yang ditarik oleh lokomotif uap merupakan pengalaman yang takkan terlupakan. Misalnya, Fairy Queen Express. Dengan biaya 10.000 rupee (biaya ini sudah termasuk semuanya atau all inclusive) kita bisa menikmati perjalanan selama dua hari bersafari dan barangkali ini adalah “the best steam heritage tourism package” atau paket wisata kereta api uap terbaik di dunia. Kereta Api ini beroperasi setiap dua kali Sabtu, pada bulan Oktober sampai Maret, dan tiket dapat dipesan dari National Rail Museum, New Delhi, International Tourist Bureau di Stasiun Kereta Api New Delhi atau di setiap perwakilan Indian Railways di luarnegeri.

Kereta Api Darjeeling Himalayan, yang ditarik oleh lokomotif-lokomotif yang pernah mengelilingi dunia, kini telah dinyatakan sebagai world heritage site atau situs peninggalan kebudayaan dunia. Bila kita berkunjung ke kereta api ini, kita pun bisa menikmati keindahan alam Darjeeling sebagai sebuah hill station disamping menapak tilas kereta api tua tersebut.

Seorang turis yang ingin berkunjung ke India Selatan jangan lupa mengunjungi lokomotif-lokomotif uap kelas X yang beroperasi pada jalur KeretaApi Pegunungan Nilgiri, satu diantara dua rack railways (jalan keretaapi bergigi) yang terdapat di dunia. Masih ada lagi tempat lainnya yang tidak kalah menariknya, “Ooty”, yang dijulukis ebagai “queen of hill stations” di India.

Jika anda adalah seorang yang sangat menggemari dan mengagumi mesin uap, anda boleh mampir di National Rail Museum, New Delhi, yang mempunyai koleksi lokomotif-lokomotif uap terbaik di dunia dan bengkel lokomotif yang baru dibangun kembali di Rewani.

Kira patut berterima kasih bahwa nilai intrinsik dan potensialitas “steam heritage tourism” atau turisme warisan sejarah lokomotif uap kini akhirnya memperoleh pengakuan. Hal ini membuat kita percaya bahwa ”steam heritage tourism” kelakakan menjadi sebuah segmen kepariwisataan yang matang di India dan setiap pencinta lok uap yang berkunjung ke India punya banyak alasan untuk merasa puas dengan kunjungannya itu.

Penulis adalah seorang Pejabat Tinggi Perusahaan Kereya Api India.

Source : India Perspective

 site search :


Send mail to webmaster@infotech.co.id with questions or comments about this web site.
Copyright © 2005 www.indoindians.com

Last modified:
September 29, 2005