Saya ingat sekali ketika pertama kali berkenalan dengan objek turisme
yang baru ini karena saya, sebagai bocah berusia empat tahun, senang
sekali dan biasa memain-mainkan dan menarik tali peluit lokomotif uap
kelas WP di Stasiun Kereta Api Kanpur (pada waktu itu Cawnpore) pada
awal-awal tahun 60-an. Kesenangan dan kegembiraan tersebut kembali
lagi saya rasakan sekitar 30 tahun kemudian ketika saya mencoba
mendorong (mendorongnya sekuat tenaga) lokomotif uap Fairy Queen yang
tertua di dunia untuk pengembalikannya ke rel dalam rangka mencatatkan
rekor dunia baru dalam buku Guinness world record. Usaha memberikan
dorongan dan rasa gembira tersebut terus saya lakukan secara teratur
yang akhirnya mcnghasilkan lahirnya Masyarakat Kereta Api Uap India,
yang pertama dan satu satunya di India, pada bulan Nopember 1999.
Sejak saat itu mulailah orang mengenal Steam Heritage Tourism atau
Pariwisata Warisan Lokomotif Uap.

Tidakkah menarik bahwa sebuah lokomotif uap, yang dimasa lampau pernah
menjadi tenaga penggerak utama untuk menyediakan jasa angkutan kepada
masyarakat dan karenanya bisa dilihat keberadaannya dimana saja di
dunia ini, kini telah menjadi lambang dan alasan dibalik objek turisme
yang unik ini? Siapa yang mungkin pernah membayangkan bahwa monster
hitam legam yang mengkonsumsi batu bara dan air, mengeluarkan uap dan
asap serta mengeluarkan suara ribut dan bising ketika sedang
beroperasi ini, akhirnya menjadi objek yang sangat disenangi, dikagumi
diseluruh dunia oleh sekelompok tertentu manusia para pencinta
lokomotif uap, suatu kelompok yang sangat cepat berkembang, lebih
cepat dari yang mungkin dibayangkan seseorang.
Fairy Queen adalah sebuah impian. Sebuah impian yang saya berani hidup
dengannya walaupun saya seorang birokrat di sebuah negara "berkembang."
Sebuah impian yang bila menjadi kenyataan akan memberikan “sense of
fulfillment” atau rasa kebanggaan karena berhasil melakukan sesuatu
dalam hidup saya. Pengoperasiannya kembali pada tanggal 18 Oktober,
1997, setelah tidur selama 90 tahun lebih merupakan saat-saat yang
paling menggembirakan dalam hidup saya dan menjadi sebuah tonggak
sejarah dalam kehidupan Perusahaan KeretaApi (Indian Railways).
Peristiwa tunggal ini berperan sebagai pemicu karena tiba-tiba lok-lok
uap mulai menampakkan diri lagi, dengan bangga, pada sistim Perkereta
Apian India, walaupun dengan tujuan yang terbatas, yaitu untuk menarik
gerbong-gerbong turis untuk jarak dekat. Dan tidak lama sesudah
peristiwa ini sudah menjadi mode bahkan di kalangan elit perkereta
apian untuk membumbui pembicaraan dengan pengalaman menaiki kereta api
uap.
Nostalgia,
begitulah yang kita dengar sehari-hani. Terinspirasi oleh kesuksesan
yang diraih Fairy Queen, Ghosh, seorang teknisi pada perusahaan kereta
api India, mencoba menghidupkan kembali sebuah lokomotif kelas HGS dan
menjalankannya dari Howrah ke Tribeni pada bulan Agustus 1999. Ini
diikuti oleh sebuah lokomotifuap yang lain di Guwahati, lagi-lagi
berkat dorongan seorang General Manager KeretaApi berpendirian teguh
bernama Bisht. Dalam peristiwa selanjutnya lokomotif lokomorif uap
juga dioperasikan pada jalur-jalur Neral-Marheran dan Kalka-Shimla
dengan grand finale pada tanggal 16 April, 2002 berupa pengulangan
kembali peristiwa bersejarah peluncuran kereta api pertama di India
tahun 1853 pada jalur Mumbai-Thane dalam rangka perayaan HUT ke-1 50
Perusahaan Kereta Api India. Pengulangan peristiwa ini merupakan
penghormatan besar kepada Perusahaan Kereta Api India dalam
pengoperasian lok-lok uap dengan sangat efisien sehingga digandrungi
banyak orang. Kenapa tidak? Dengan api di perutnya, dan kepribadiannya
yang unik, lokomotif uap lebih manusiawi dari semua yang kita kenal.
Dan bagi turis yang berkunjung ke India, naik kereta api yang ditarik
oleh lokomotif uap merupakan pengalaman yang takkan terlupakan.
Misalnya, Fairy Queen Express. Dengan biaya 10.000 rupee (biaya ini
sudah termasuk semuanya atau all inclusive) kita bisa menikmati
perjalanan selama dua hari bersafari dan barangkali ini adalah “the
best steam heritage tourism package” atau paket wisata kereta api uap
terbaik di dunia. Kereta Api ini beroperasi setiap dua kali Sabtu,
pada bulan Oktober sampai Maret, dan tiket dapat dipesan dari National
Rail Museum, New Delhi, International Tourist Bureau di Stasiun Kereta
Api New Delhi atau di setiap perwakilan Indian Railways di luarnegeri.
Kereta Api Darjeeling Himalayan, yang ditarik oleh lokomotif-lokomotif
yang pernah mengelilingi dunia, kini telah dinyatakan sebagai world
heritage site atau situs peninggalan kebudayaan dunia. Bila kita
berkunjung ke kereta api ini, kita pun bisa menikmati keindahan alam
Darjeeling sebagai sebuah hill station disamping menapak tilas kereta
api tua tersebut.
Seorang turis yang ingin berkunjung ke India Selatan jangan lupa
mengunjungi lokomotif-lokomotif uap kelas X yang beroperasi pada jalur
KeretaApi Pegunungan Nilgiri, satu diantara dua rack railways (jalan
keretaapi bergigi) yang terdapat di dunia. Masih ada lagi tempat
lainnya yang tidak kalah menariknya, “Ooty”, yang dijulukis ebagai
“queen of hill stations” di India.
Jika anda adalah seorang yang sangat menggemari dan mengagumi mesin
uap, anda boleh mampir di National Rail Museum, New Delhi, yang
mempunyai koleksi lokomotif-lokomotif uap terbaik di dunia dan bengkel
lokomotif yang baru dibangun kembali di Rewani.
Kira patut berterima kasih bahwa nilai intrinsik dan potensialitas
“steam heritage tourism” atau turisme warisan sejarah lokomotif uap
kini akhirnya memperoleh pengakuan. Hal ini membuat kita percaya bahwa
”steam heritage tourism” kelakakan menjadi sebuah segmen
kepariwisataan yang matang di India dan setiap pencinta lok uap yang
berkunjung ke India punya banyak alasan untuk merasa puas dengan
kunjungannya itu.
Penulis adalah seorang Pejabat Tinggi Perusahaan Kereya Api
India.
Source : India Perspective